Setahun Prabowo-Gibran

Setahun Prabowo-Gibran, Kemenlu Raih Skor Tertinggi

marketingcollections.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mencatat capaian gemilang pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan hasil riset kualitatif lembaga IndoStrategi Research and Consulting, Kemenlu menempati peringkat kedua tertinggi dalam penilaian kinerja kementerian di Kabinet Merah Putih 2024–2025.

Mengutip laporan resmi di laman IndoStrategi.id, Sabtu (18/10/2025), Kemenlu di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri Sugiono memperoleh skor 3,32 dari skala 0–5, hanya terpaut sedikit di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mencatat skor tertinggi 3,35.

Riset ini menilai efektivitas, dampak kebijakan, serta persepsi publik terhadap kinerja kementerian selama satu tahun pertama masa pemerintahan. Kinerja Kemenlu dinilai unggul dalam hal diplomasi internasional, peningkatan citra Indonesia di dunia, dan perlindungan warga negara di luar negeri.

Daftar 10 Kementerian dengan Skor Tertinggi

Berikut sepuluh kementerian dengan skor tertinggi berdasarkan hasil riset IndoStrategi edisi Oktober 2025:

  1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (3,35)
  2. Kementerian Luar Negeri (3,32)
  3. Kementerian Agama (3,26)
  4. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (3,22)
  5. Kementerian Pertanian (3,21)
  6. Kementerian Keuangan (3,15)
  7. Kementerian Dalam Negeri (3,14)
  8. Kementerian Pertahanan (3,13)
  9. Kementerian Kehutanan (3,08)
  10. Kementerian Investasi dan Hilirisasi (3,08)

Direktur Riset IndoStrategi Ali Noer Zaman menjelaskan bahwa hasil ini menunjukkan Kemenlu berhasil menjalankan diplomasi bebas aktif secara konsisten. “Kemenlu di bawah Menlu Sugiono sukses memperkuat posisi Indonesia di kancah global dan menjaga stabilitas hubungan luar negeri,” ungkap Ali.

Tiga Aspek Positif Kinerja Menlu Sugiono

IndoStrategi mencatat tiga indikator utama yang menjadi sorotan positif dari kinerja Menlu Sugiono. Pertama, keberhasilan Indonesia bergabung dengan kelompok BRICS, memperluas jejaring ekonomi dan politik global. Kedua, konsistensi Kemenlu dalam menjaga diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dunia. Ketiga, perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang semakin efektif melalui layanan digital dan tanggap krisis.

Selain itu, riset merekomendasikan agar Kemenlu memperkuat diplomasi ekonomi dan memperluas kerja sama strategis di wilayah Global South, sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang berorientasi pada kemandirian dan kolaborasi internasional.

Baca Juga : “Hasil Kualifikasi MotoGP Australia 2025: Fabio Quartararo Menggila Amankan Pole Position, Francesco Bagnaia Ke-11!

Capaian Diplomasi: Dari BRICS hingga Perlindungan WNI

Sejak dilantik pada awal masa pemerintahan Prabowo-Gibran, Menlu Sugiono aktif memperkuat posisi Indonesia di berbagai forum internasional. Pada Oktober 2024, ia menghadiri KTT BRICS di Kazan, Rusia, untuk menyampaikan niat Indonesia bergabung. Hanya beberapa bulan kemudian, Indonesia resmi diterima sebagai anggota pada Januari 2025 — sebuah pencapaian diplomatik besar bagi Indonesia.

Selain itu, Sugiono terus menunjukkan komitmen dalam mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai forum multilateral. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling konsisten menyuarakan isu kemanusiaan tersebut.

Dalam bidang kerja sama bilateral, kunjungan resmi ke Korea Utara pada pertengahan 2025 menjadi tonggak bersejarah. Kunjungan itu merupakan yang pertama bagi Menteri Luar Negeri Indonesia dalam 12 tahun terakhir, menandai langkah strategis memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara.

Pada aspek perlindungan WNI, Kemenlu mencatat berbagai keberhasilan. Pada Maret 2025, pemerintah berhasil memulangkan lebih dari 500 korban online scamming dari Myawaddi, Myanmar. Selain itu, Kemenlu juga memfasilitasi evakuasi WNI dari Teheran, Iran, saat konflik memanas dengan Israel.

Metodologi dan Temuan Riset IndoStrategi

Riset kualitatif IndoStrategi melibatkan 424 narasumber dari 34 provinsi, dengan latar belakang pendidikan minimal sarjana. Mereka terdiri dari aktivis, akademisi, pegawai negeri, profesional swasta, pengusaha, serta mahasiswa pascasarjana.

Selain itu, IndoStrategi juga melibatkan 10 pakar lintas bidang yang berdiskusi dalam Forum Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD). Riset dilakukan sepanjang September hingga pertengahan Oktober 2025, dan menghasilkan penilaian menyeluruh terhadap efektivitas kabinet dalam menjalankan program kerja nasional.

Secara umum, kinerja Kabinet Merah Putih mendapat skor 3,07, yang dikategorikan sebagai “sedang” dalam skala 0–5. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan masih dalam fase konsolidasi dan koordinasi kelembagaan.

“Publik perlu memberi kesempatan pada pemerintahan Prabowo-Gibran untuk berkonsolidasi. Tahun kedua diharapkan akan menunjukkan hasil yang lebih konkret,” ujar Ali Noer Zaman.

Sementara itu, Managing Director IndoStrategi, Visna Vulovik, menilai pentingnya peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam birokrasi pemerintahan. “Dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi, publik dapat ikut berpartisipasi aktif memberikan masukan,” ujarnya.

Kesimpulan

Hasil riset IndoStrategi menunjukkan bahwa Kementerian Luar Negeri menjadi salah satu lembaga paling berprestasi pada tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan capaian diplomatik yang kuat, perlindungan WNI yang tangguh, serta arah kebijakan luar negeri yang konsisten, Kemenlu di bawah Menlu Sugiono berhasil memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

Ke depan, penguatan diplomasi ekonomi dan citra Indonesia di Global South menjadi tantangan baru bagi Kemenlu untuk menjaga momentum kinerja positif dan menjawab ekspektasi publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang berdaulat dan berwibawa di kancah global

Baca Juga : “Erick Thohir Resmi Lepas Tim Indonesia Menuju Asian Youth Games dan Islamic Solidarity Games 2025, Kirim Pesan Khusus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *