Wapres Minta Pemda Telusuri Alih Fungsi Lahan Longsor Cisarua

MarketingCollections.com -Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta pemerintah daerah serius menelusuri dugaan alih fungsi lahan di Cisarua. Dugaan tersebut disebut menjadi salah satu penyebab longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat.

Gibran menyampaikan permintaan itu saat meninjau langsung lokasi bencana pada Minggu. Ia menegaskan penanganan longsor tidak cukup hanya fokus pada dampak, tetapi juga penyebab utama.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran secara khusus menitipkan pesan kepada jajaran pemerintah daerah. Ia meminta wakil gubernur dan bupati segera menindaklanjuti persoalan alih fungsi lahan.

“Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak,” ujar Gibran di lokasi bencana. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan tegas dari pemerintah daerah.

Gibran menilai alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat memperparah risiko bencana hidrometeorologi. Wilayah perbukitan seperti Cisarua dinilai sangat rentan terhadap longsor akibat perubahan tata ruang.

Baca juga:“Pasar Ikan Rejomulyo Semarang diresmikan setelah 3 tahun dibangun”

Wapres Tekankan Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Relokasi Warga Longsor Cisarua

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan warga terdampak longsor di Cisarua. Ia memastikan tim telah diterjunkan ke lapangan untuk membantu proses tanggap darurat.

“Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim dapat bekerja dengan baik,” kata Gibran saat berdialog dengan warga terdampak. Ia menekankan kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Gibran menilai pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan makanan, akses air bersih, dan layanan kesehatan berjalan optimal.

Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan agar bencana serupa tidak terulang. Menurutnya, penanganan bencana harus disertai upaya mitigasi dan pengurangan risiko di wilayah rawan.

Pemprov Jabar Rencanakan Relokasi Warga dan Kembalikan Kawasan Longsor Cisarua Jadi Hutan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana merelokasi seluruh warga yang tinggal di kawasan terdampak longsor Cisarua. Kawasan tersebut akan dikembalikan ke fungsi awal sebagai kawasan hutan.

Rencana ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi bencana. Ia menilai kondisi lingkungan sekitar telah berubah signifikan akibat aktivitas pertanian intensif.

“Sudah bisa dilihat sekeliling ini kebun. Kebunnya pakai plastik, tanamnya pakai plastik, dan kebunnya sudah naik ke puncak,” kata Dedi. Ia menyebut kondisi tersebut memperjelas faktor penyebab longsor.

Menurut Dedi, penggunaan plastik dan pembukaan lahan hingga ke puncak bukit meningkatkan risiko kerusakan lingkungan. Lereng yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air kehilangan daya dukung tanah.

Ia menambahkan bahwa potensi longsor susulan di kawasan tersebut sangat tinggi. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan warga yang masih bermukim di sekitar lokasi.

“Warga di sekitar ini segera direlokasi dan ini dihutankan,” ujar Dedi. Ia menegaskan langkah tersebut penting untuk mencegah bencana serupa terulang.

Baca juga:“Wamendagri paparkan agenda strategis jelang APCAT Summit 2026”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *