Wapres Instruksikan Bantuan Terus Sasar Pengungsi Mandiri

Wapres Gibran Perintahkan Bantuan untuk Pengungsi Mandiri Gempa NTT

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menginstruksikan pemerintah agar bantuan terus disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk warga yang memilih mengungsi secara mandiri di luar posko resmi.

Instruksi tersebut disampaikan Gibran saat meninjau Posko Golo Cenggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat. Ia memastikan pemerintah tidak hanya membantu warga yang tercatat di pusat pengungsian, tetapi juga mendata kebutuhan pengungsi mandiri.

Pemerintah Perluas Bantuan bagi Pengungsi Gempa NTT

Pengungsi Mandiri Menjadi Sasaran Pendataan

Gibran mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan bagi warga yang masih bertahan di posko pengungsian. Pemerintah juga membuka pendataan bagi masyarakat yang mengungsi secara mandiri di sejumlah lokasi.

“Saya perintahkan untuk segera didistribusikan, terutama yang pengungsi mandiri,” ujar Gibran saat berdialog dengan warga di Kabupaten Manggarai.

Ia meminta masyarakat ikut membantu pemerintah menemukan warga yang mengungsi secara mandiri. Pendataan tersebut diperlukan agar bantuan pangan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya dapat disalurkan secara tepat.

baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Mercy Terbakar di Tol Jagorawi

Gibran juga mengimbau warga yang masih mengungsi secara mandiri untuk bergabung dengan posko apabila kondisi memungkinkan. Posko pemerintah menyediakan kebutuhan dasar, termasuk makanan dan layanan pengobatan.

“Nanti bilang ke teman-temannya lebih baik menyatu di sini. Makan, pengobatan semua ada di sini,” kata Gibran.

Bantuan Logistik Terus Didistribusikan

Pemerintah telah menyalurkan bantuan sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut berdampak pada sejumlah kabupaten dan memicu kebutuhan evakuasi serta penanganan darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima tambahan bantuan logistik sebanyak 34,38 ton dari TNI Angkatan Udara. Pemerintah juga memperoleh pasokan bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung penanganan warga terdampak.

Distribusi bantuan menjadi bagian penting dalam fase tanggap darurat. Pemerintah perlu memastikan pasokan makanan, air, obat-obatan, perlengkapan pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya menjangkau wilayah yang mengalami gangguan akses.

Selain distribusi logistik, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan perbaikan atau pembangunan kembali hunian masyarakat terdampak.

Wapres Cek Kondisi Pengungsi dan Fasilitas Kesehatan

Pemerintah Data Rumah Warga yang Rusak

Saat berdialog dengan pengungsi, Gibran menanyakan apakah warga telah masuk dalam pendataan penerima bantuan perbaikan rumah. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan gempa tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat.

Pemerintah juga perlu memetakan tingkat kerusakan bangunan untuk menentukan prioritas rehabilitasi. Rumah yang mengalami kerusakan berat hingga hancur membutuhkan penanganan berbeda dari bangunan yang masih dapat ditempati.

Pendataan yang akurat juga penting untuk mencegah warga terdampak terlewat dari program bantuan. Pemerintah di tingkat pusat dan daerah perlu menyinkronkan data korban, kerusakan rumah, serta kebutuhan setiap wilayah.

Wapres Pastikan Pengungsi Mendapat Perawatan

Dalam kunjungan tersebut, Gibran turut meninjau tenda perawatan pengungsi. Ia memastikan warga yang membutuhkan layanan medis tetap memperoleh penanganan selama berada di lokasi pengungsian.

“Sakitnya apa? Bapak dan ibu sudah dapat makan kan?” tanya Gibran kepada pasien dan pendamping yang telah beberapa hari berada di pengungsian.

Perhatian terhadap layanan kesehatan menjadi penting karena pengungsi menghadapi risiko kesehatan setelah bencana. Kepadatan di posko, keterbatasan fasilitas, dan gangguan akses layanan dapat meningkatkan kebutuhan pemeriksaan serta pengobatan.

Gibran kemudian meninjau Puskesmas Reo yang mengalami kerusakan akibat gempa. Kondisi fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap kesiapan layanan dasar di wilayah terdampak.

Penanganan Gempa NTT Berlanjut ke Pemulihan

Kunjungan Gibran ke Manggarai menjadi bagian dari rangkaian peninjauan penanganan gempa di NTT. Sebelumnya, ia juga mengunjungi sejumlah titik pengungsian dan rumah sakit di Kabupaten Sikka serta meninjau kondisi masyarakat terdampak di wilayah lainnya.

Pemerintah menghadapi kebutuhan penanganan yang tidak hanya berkaitan dengan korban dan pengungsi. Pemulihan juga mencakup perbaikan rumah, fasilitas kesehatan, akses jalan, jaringan listrik, serta infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat.

Karena itu, pendataan pengungsi mandiri dan kerusakan bangunan perlu berjalan bersamaan dengan distribusi bantuan. Pemerintah diharapkan memastikan seluruh warga terdampak memperoleh akses bantuan secara merata hingga proses tanggap darurat beralih menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

baca juga: Wapres apresiasi keterlibatan anak muda bantu pemulihan bencana NTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *