MarketingCollections.com -Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya hilirisasi dalam industri peternakan sapi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Boyolali. Dalam kunjungan kerjanya ke Ampaslovers’ Sayekti Farm di Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (tanggal), Gibran mengungkapkan bahwa hilirisasi sektor peternakan dapat meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang investasi yang luas.
“Segera mendatangkan investor untuk membangun pabrik. Pabrik pakan dan seluruh proses produksi harus dimulai dari hulu hingga hilir. Kita butuh integrasi yang menyeluruh,” ujar Wapres Gibran kepada para peternak yang hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa hilirisasi ini akan mencakup semua aspek industri, mulai dari kesehatan ternak hingga pengolahan produk akhir. Dengan cara ini, para peternak dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari setiap produk yang mereka hasilkan.
Pentingnya hilirisasi ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang menyatakan bahwa ketahanan pangan nasional harus diperkuat melalui langkah-langkah yang terintegrasi. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas sektor peternakan di daerah-daerah potensial seperti Boyolali. Wapres Gibran berharap bahwa pengembangan industri peternakan di Boyolali bisa menjadi model untuk daerah lain di Indonesia.
Baca juga:“Airlangga Pastikan Kebijakan WFH Segera Diumumkan Sebelum Akhir Maret”
Pastikan Vaksinasi Sapi dan Pengembangan Ekosistem Peternakan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan pentingnya vaksinasi sapi untuk mencegah penyebaran penyakit di sektor peternakan. Dalam kunjungan kerja ke Boyolali, Gibran meminta Bupati Boyolali untuk memastikan seluruh sapi di daerah tersebut mendapatkan vaksin yang diperlukan. Langkah ini, menurutnya, sangat penting untuk menjaga kesehatan ternak dan mencegah wabah penyakit yang dapat merugikan peternak.
“Pastikan semua sapi divaksin. Jika ada kasus penyakit, segera laporkan. Jangan sampai terlambat, karena bisa menular,” ujar Wapres Gibran saat bertemu dengan peternak lokal di Ampaslovers’ Sayekti Farm, Boyolali. Ia menegaskan bahwa cepat tanggap terhadap penyakit sangat penting untuk menjaga kestabilan sektor peternakan.
Selain itu, Gibran mendorong pemerintah daerah untuk menjajaki peluang investasi yang dapat mendukung pengembangan ekosistem peternakan. Ia menekankan pentingnya pembangunan fasilitas pengolahan hasil peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Pembangunan pabrik pakan dan fasilitas pengolahan lainnya menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan,” jelas Gibran.
Wapres berharap, dengan adanya fasilitas pengolahan yang terintegrasi, produk peternakan Boyolali bisa lebih kompetitif. Peningkatan kualitas dan pengolahan yang baik dapat menciptakan produk bernilai tinggi, seperti daging sapi, susu, dan produk turunan lainnya.
Proses Hulu-Hilir untuk Stabilitas Harga Pakan dan Kesejahteraan Masyarakat Boyolali
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan bahwa seluruh proses industri peternakan sapi harus berjalan dari hulu hingga hilir. Dalam kunjungannya ke Boyolali, Gibran mengatakan bahwa keberadaan pabrik pengolahan hasil peternakan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap pabrik tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga pakan ternak, yang selama ini menjadi tantangan bagi peternak lokal.
“Seluruh proses harus diselesaikan dengan baik, dari hulu ke hilir. Ini untuk menghindari keluhan warga, terutama terkait harga pakan yang fluktuatif,” kata Gibran. Ia menjelaskan bahwa hilirisasi industri peternakan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, juga mengungkapkan bahwa sektor peternakan sapi perah merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. “Peternakan sapi perah di Pagerjurang memiliki potensi yang sangat besar. Wilayah ini menjadi andalan utama warga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi,” ujarnya. Agus menjelaskan bahwa sektor peternakan sapi perah di daerah tersebut telah berkembang pesat dan menjadi salah satu kontributor utama pendapatan masyarakat.
Namun, meskipun sektor ini memberikan kontribusi besar, masih ada tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah terkait harga pakan ternak. Dengan hadirnya pabrik pengolahan, diharapkan harga pakan dapat lebih terjangkau dan stabil. Pabrik juga akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.
Baca juga:“PBB Tetapkan Perbudakan sebagai Kejahatan Besar terhadap Kemanusiaan”




Leave a Reply