Wakil Ketua DPR Serukan Gerakan Nusantara Menanam

Wakil Ketua DPR Serukan Gerakan Nusantara Menanam

marketingcollections –   Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyerukan Gerakan Nusantara Menanam sebagai langkah strategis untuk mengatasi deforestasi dan mengurangi risiko bencana akibat kerusakan lingkungan. Ia menegaskan bahwa kegiatan menanam pohon bukan sekadar menaruh bibit di tanah, tetapi merupakan tindakan menyelamatkan masa depan dari ancaman krisis iklim yang semakin nyata.

Dalam pernyataan resminya, Cucun menyebut gerakan ini sebagai inisiatif ekologis untuk memulihkan lingkungan. Melalui penanaman pohon secara masif di berbagai wilayah. Upaya tersebut mulai ia gaungkan kepada para santri di daerah pemilihannya. Tepatnya di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunung Manik, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, ia menyerahkan 3.000 bibit pohon alpukat dan mahoni untuk ditanam sebagai langkah awal.

Cucun menekankan bahwa pesantren memiliki peran penting sebagai pelopor kepedulian lingkungan. Menurutnya, setiap pohon yang ditanam oleh para santri merupakan investasi jangka panjang. Sekaligus amal jariah, karena oksigen yang dihasilkan akan dinikmati generasi mendatang. Ia berharap gerakan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Pemilihan bibit alpukat dan mahoni dinilai memiliki nilai strategis. Pohon mahoni dikenal sebagai penyerap polutan yang kuat sekaligus peneduh ideal untuk kawasan perbukitan, sedangkan alpukat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Cucun berharap kombinasi fungsi ekologis dan ekonomi tersebut dapat memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui gerakan ini, Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya menjaga bumi. Ia menegaskan bahwa penanaman pohon harus menjadi gerakan nasional yang berkesinambungan agar Indonesia mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan menekan kerusakan lingkungan di masa depan. Dengan kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pemerintah, ia optimistis Gerakan Nusantara Menanam dapat menjadi fondasi penting pembangunan berkelanjutan.

“Baca juga : Manusia Tertua Dunia Wanita Berusia 115 Tahun, Ini Rahasianya”

PESANTREN DIDORONG JADI PEL0POR GERAKAN HIJAU MELALUI PERAWATAN BIBIT ALPUKAT DAN MAHONI

Gerakan pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dengan menempatkan pesantren sebagai motor penggerak utama. Ia menilai lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun budaya hijau sejak dini, terutama melalui aksi penanaman dan perawatan pohon di lingkungan sekitar. Menanam pohon, menurutnya, bukan hanya aktivitas fisik, melainkan bentuk sedekah jariah karena manfaat oksigennya akan dirasakan generasi mendatang.

Dalam arahannya, Cucun menjelaskan bahwa setiap pohon yang ditanam santri adalah investasi ekologis yang menghadirkan dampak berkelanjutan bagi bumi. Ia mendorong pesantren untuk mengambil peran sebagai pelopor kelestarian lingkungan, mengingat kapasitas mereka dalam membentuk karakter dan kepedulian generasi muda. Upaya tersebut ia wujudkan melalui distribusi bibit alpukat dan mahoni, dua jenis tanaman yang dinilai memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi.

Pemilihan pohon mahoni dinilai sangat strategis karena memiliki karakter sebagai peneduh alami dan penyerap polutan yang efektif, terutama untuk kawasan perbukitan seperti yang banyak dijumpai di wilayah Jawa Barat. Di sisi lain, pohon alpukat diharapkan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang melalui hasil buah yang bernilai jual tinggi. Kombinasi keduanya diproyeksikan mendukung keseimbangan antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga.

Cucun juga menekankan pentingnya komitmen dalam merawat bibit-bibit tersebut. Ia berpesan kepada para wali santri agar memastikan pohon yang ditanam tidak hanya hidup, tetapi tumbuh besar dan berfungsi optimal. Perawatan jangka panjang dianggap penting agar manfaat lingkungan dapat dirasakan maksimal. Menurutnya, sinergi antara pendidikan agama dan kesadaran lingkungan dapat membentuk generasi yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan alam.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan upaya penghijauan akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang hijau, udara yang bersih, dan ketersediaan air yang terjaga merupakan fondasi kesehatan dan kesejahteraan warga. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, gerakan ini diharapkan menjadi contoh nasional mengenai bagaimana institusi pendidikan dapat memimpin inisiatif lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, ajakan untuk menjadikan pesantren sebagai pelopor gerakan hijau bukan hanya simbolis, tetapi langkah nyata mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan aksi konservasi. Komitmen merawat pohon hingga dewasa menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan lingkungan Indonesia.

“Baca juga : Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 1.519 Belangkas ke Malaysia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *