Presiden Kumpulkan Guru Besar Bahas UU Perampasan Aset

MarketingCollections.com -Presiden Prabowo Subianto mengadakan dialog dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, Kamis (15/1), di halaman tengah Istana Kepresidenan. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas isu-isu strategis nasional, termasuk kebijakan pendidikan, penelitian, dan UU Perampasan Aset yang tengah dibahas DPR.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh guru besar bidang sosial humaniora, dengan mayoritas peserta dari fakultas soshum. Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam merumuskan kebijakan publik yang tepat sasaran.

“Peran guru besar dan akademisi sangat krusial dalam memberikan masukan ilmiah agar kebijakan negara lebih efektif dan berdampak luas,” ujar Presiden Prabowo saat membuka dialog. Ia menambahkan bahwa masukan dari akademisi akan menjadi pertimbangan dalam revisi regulasi dan perumusan undang-undang.

Baca juga:“Harga Emas Galeri24 Stabil, Sedangkan UBS Turun Hari Ini”

Presiden Prabowo Subianto Paparkan Kondisi Energi, Ekonomi, dan Hilirisasi kepada Akademisi

Pertemuan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk melibatkan akademisi dalam merumuskan kebijakan publik. Pendekatan ini sejalan dengan upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas program nasional di sektor energi dan industri.

Penutup dialog menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri. Presiden Prabowo menekankan bahwa masukan akademisi akan membantu memperkuat ketahanan nasional, mendorong inovasi, dan memastikan kebijakan ekonomi berpihak pada rakyat.

Dialog ini menegaskan peran sentral akademisi dalam memberikan saran berbasis keilmuan. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat transformasi industri, menguatkan ketahanan energi, dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Presiden Prabowo Tambah Pagu Dana Riset Nasional Jadi Rp12 Triliun

Peningkatan pagu dana riset menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekosistem inovasi nasional. Pada 2025, alokasi riset mencapai Rp8 triliun, sebagian besar digunakan untuk penelitian fundamental dan proyek kolaboratif antara perguruan tinggi dan lembaga penelitian pemerintah. Kenaikan menjadi Rp12 triliun mencerminkan komitmen pemerintah mempercepat transformasi inovasi berbasis sains dan teknologi.

BRIN menyambut baik tambahan dana ini karena dapat memperluas cakupan penelitian, termasuk di bidang energi, kesehatan, pertanian, dan teknologi hijau. Beberapa universitas besar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya telah menunjukkan kesiapan memanfaatkan dana tambahan untuk proyek riset unggulan.

Penutup pertemuan menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri. Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi di bidang riset tidak hanya mendorong inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat daya saing nasional di tingkat global.

Baca juga:“Black Panther dan Fantastic Four Hadir dalam “Avengers: Doomsday””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *