Prabowo Dorong Pelayaran Langsung RI-Rusia untuk Perkuat Konektivitas
Presiden Prabowo Subianto meyakini pelayaran langsung yang kompetitif antara Indonesia dan Rusia dapat memperkuat konektivitas perdagangan kedua negara. Jalur tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem logistik yang lebih efisien dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Prabowo menyampaikan pandangan tersebut dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis. Ia menekankan pentingnya membangun jalur transportasi yang mampu mendukung peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia.
Pelayaran Langsung Perlu Didukung Kepastian Logistik
Menurut Prabowo, pelayaran langsung antara Indonesia dan Vladivostok harus memiliki sistem yang kompetitif dan dapat diandalkan. Kepastian jadwal, biaya, asuransi, serta ketersediaan kargo menjadi faktor penting dalam membangun jalur perdagangan tersebut.
“Saya percaya di forum ini kita dapat menetapkan pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia, dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah,” ujar Prabowo.
Kepastian tersebut dapat membantu perusahaan menghitung biaya distribusi dan merencanakan pengiriman dengan lebih baik. Sistem logistik yang terukur juga diperlukan agar hubungan perdagangan kedua negara tidak hanya bergantung pada kesepakatan tingkat pemerintah.
baca juga: BGN Segera Tempati Kantor Telkom di Graha Merah Putih
Prabowo Usulkan Hubungan Udara Langsung
Selain konektivitas laut, Prabowo kembali mengusulkan pembukaan hubungan udara langsung antara Indonesia dan Rusia. Menurutnya, penerbangan langsung memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar mendukung mobilitas penumpang.
Rute udara langsung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia. Sebaliknya, masyarakat Indonesia juga akan lebih mudah mengunjungi kawasan Timur Jauh Rusia atau Russian Far East.
“Hubungan udara langsung akan mendatangkan pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal menggerakkan barang, pesawat menggerakkan persahabatan,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah melihat konektivitas transportasi sebagai bagian dari penguatan hubungan antarmasyarakat. Peningkatan mobilitas orang dan barang diharapkan dapat memperluas hubungan ekonomi sekaligus mempererat interaksi kedua negara.
FTA Indonesia-EAEU Buka Peluang Perdagangan
Prabowo juga mengaitkan penguatan konektivitas dengan pemanfaatan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau FTA Indonesia-EAEU. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses perdagangan Indonesia ke kawasan Eurasia.
Dalam konteks itu, kesiapan logistik menjadi faktor penting agar manfaat perjanjian perdagangan dapat dirasakan pelaku usaha. Penurunan tarif akan lebih efektif jika tersedia rute pengiriman, pembeli, mekanisme pembayaran, dan kontrak perdagangan yang siap digunakan.
Prabowo mengatakan delegasi bisnis Indonesia yang hadir dalam EEF sedang mempersiapkan pengiriman percontohan. Mereka juga mencari pembeli, memastikan kebutuhan logistik, serta menyepakati mekanisme pembayaran.
Presiden menegaskan bahwa pelaku usaha harus bergerak sebelum tarif dalam FTA mulai berlaku. Menurut dia, barang, rute perdagangan, dan kontrak harus sudah tersedia ketika fasilitas tarif tersebut diterapkan.
Pemerintah Diminta Bangun Kepercayaan Institusional
Prabowo menilai penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Rusia membutuhkan kepastian yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, kepercayaan antarnegara perlu diterjemahkan menjadi aturan dan mekanisme kerja yang jelas.
“Tugas di depan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan institusional, aturan yang jelas, pembayaran yang andal, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang bertahan melampaui pergantian pemerintah,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut menempatkan konektivitas sebagai bagian dari agenda yang lebih luas. Indonesia tidak hanya membutuhkan hubungan transportasi langsung, tetapi juga sistem perdagangan yang mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha.
Ke depan, realisasi pelayaran langsung Vladivostok-Indonesia akan bergantung pada kesiapan operator, volume kargo, biaya angkut, jadwal, serta dukungan pembiayaan dan asuransi. Jika berbagai unsur tersebut dapat disepakati, jalur langsung berpotensi memperlancar arus barang sekaligus memperkuat pemanfaatan FTA Indonesia-EAEU.
baca juga: Prabowo di EEF: Pembangunan harus dirasakan keluarga biasa




Leave a Reply