marketingcollections – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Posko Kesehatan Kodam I Bukit Barisan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana berjalan optimal sebagai bagian dari misi kemanusiaan TNI.
Dalam peninjauan itu, Menhan melihat langsung aktivitas tenaga medis yang telah bekerja sejak hari pertama bencana. Posko kesehatan tersebut menjadi salah satu titik layanan utama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak banjir dan longsor.
Kapten CKM Alfian dari Kesdam I Bukit Barisan menjelaskan bahwa tim medis telah bertugas selama 36 hari tanpa jeda. Selama periode tersebut, tenaga kesehatan menangani sekitar 2.300 pasien dari berbagai kelompok usia.
Menurut Alfian, kasus yang paling banyak ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan infeksi kulit. Kedua penyakit tersebut muncul akibat kondisi lingkungan pascabencana, keterbatasan sanitasi, serta paparan cuaca ekstrem yang dialami warga.
Menhan menilai kehadiran posko kesehatan ini mencerminkan komitmen TNI dalam mendukung penanganan bencana secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi sejak fase awal tanggap darurat hingga masa pemulihan.
Selain pelayanan medis, posko kesehatan juga berperan dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat. Tim medis memberikan penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit menular, serta pentingnya menjaga daya tahan tubuh selama berada di lokasi terdampak.
Menutup kunjungannya, Menhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis Kodam I Bukit Barisan. Ia berharap dedikasi tersebut dapat terus berlanjut hingga kondisi kesehatan masyarakat benar-benar pulih dan situasi kembali normal.
“Baca Juga : BEI Ungkap Dua Perusahaan Besar Siap IPO Kuartal I-2026”
Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana di Batang Toru
Tenaga perawat dan paramedis terus bersiaga penuh di Posko Kesehatan Batu Gula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kesiapsiagaan ini memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana tetap berjalan setiap hari tanpa jeda.
Kapten CKM Alfian dari Kesdam I Bukit Barisan menjelaskan bahwa posko kesehatan tersebut didukung dua dokter militer. Layanan ini juga diperkuat tenaga puskesmas serta dukungan dari Dinas Kesehatan setempat.
Menurut Alfian, kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan peran TNI tidak terbatas pada fungsi pertahanan. TNI juga aktif menjalankan misi kemanusiaan, terutama dalam situasi darurat bencana.
Ia menambahkan, kunjungan Prabowo Subianto bersama Menhan ke lokasi bencana menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat. Pemerintah memastikan pemulihan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Fokus pemulihan tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur strategis. Pemerintah juga memprioritaskan pemenuhan layanan kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Posko kesehatan berfungsi sebagai pusat layanan pengobatan, pemantauan kondisi warga, serta edukasi kesehatan. Tim medis memberikan penanganan penyakit pascabencana dan pencegahan risiko kesehatan lanjutan.
Alfian menegaskan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan terus diperkuat. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat rehabilitasi dan pemulihan kehidupan masyarakat di Tapanuli Selatan.
Menutup keterangannya, Alfian menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan seluruh layanan dasar terpenuhi. Upaya tersebut diharapkan mempercepat pemulihan sosial dan kesehatan warga secara aman dan berkelanjutan.
Prabowo Tinjau Pos Kesehatan TNI di Lokasi Bencana
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pos kesehatan Tentara Nasional Indonesia di kawasan terdampak bencana. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan pemerintah untuk memastikan layanan medis berjalan optimal bagi warga.
Dalam peninjauan itu, Presiden melihat langsung kesiapan tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta fasilitas pendukung di pos kesehatan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat terdampak memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan layak.
Pos kesehatan TNI beroperasi sejak hari-hari awal pascabencana dan melayani ribuan pasien. Penanganan difokuskan pada penyakit yang umum muncul setelah bencana, seperti infeksi saluran pernapasan dan gangguan kulit.
Presiden menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak boleh terhambat selama masa tanggap darurat.
Ia juga mengapresiasi dedikasi tenaga medis TNI yang bertugas di lapangan. Pemerintah menilai peran TNI tidak hanya penting dalam pertahanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.
Selain meninjau pos kesehatan, Presiden meminta koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan sipil terus diperkuat. Sinergi ini diperlukan agar pemulihan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Menutup kunjungan, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau perkembangan di lapangan. Pemerintah memastikan layanan medis tetap tersedia hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.
“Baca Juga : Gubernur: Malam Tahun Baru 2026 di Jatim Kondusif”




Leave a Reply