marketingcollections – Komando Resor Militer Korem 032/Wirabraja memastikan kehadiran TNI masih berlanjut di berbagai wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung masyarakat dan pemerintah daerah dalam fase pemulihan, meskipun masa tanggap darurat tingkat provinsi telah berakhir.
Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigadir Jenderal TNI Machfud, menegaskan bahwa satuan di bawah Kodam XX Tuanku Imam Bonjol tetap disiagakan di lokasi bencana. Kehadiran TNI dinilai penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Personel TNI masih bertugas di sejumlah daerah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Tanah Datar, Limapuluh Kota, serta Kota Padang. Beberapa daerah lain juga masih dalam pemantauan karena dampak bencana belum sepenuhnya tertangani.
Dalam fase pemulihan ini, TNI mengemban sejumlah tugas utama yang bersifat krusial. Salah satunya adalah pembangunan jembatan darurat, seperti jembatan bailey dan jembatan aramco, guna memulihkan akses transportasi warga dan distribusi logistik. Infrastruktur darurat ini menjadi kunci untuk membuka kembali isolasi wilayah terdampak.
Selain itu, TNI juga terlibat dalam pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Upaya ini bertujuan memberikan tempat tinggal layak sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap oleh pemerintah.
Kebutuhan dasar masyarakat turut menjadi perhatian. Personel TNI membantu pembuatan sumur bor untuk menyediakan akses air bersih bagi para penyintas banjir bandang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah krisis kesehatan di wilayah pengungsian.
Dengan tetap bertahannya TNI di lapangan, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan terarah. Kehadiran aparat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan fisik, tetapi juga memberi rasa aman dan dukungan moril bagi masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.
“Baca Juga : Kemenhub: 10,11 Juta Orang Gunakan Angkutan Umum”
KOREM 032/WIRABRAJA PERCEPAT PEMULIHAN PASCABENCANA MELALUI HUNTARA, SUMUR BOR, DAN JEMBATAN DARURAT
Sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda 16 kabupaten dan kota di Ranah Minang, Korem 032/Wirabraja mengambil peran aktif dalam percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Satuan TNI di bawah Kodam XX Tuanku Imam Bonjol memfokuskan bantuan pada penyediaan hunian sementara, akses air bersih, serta pemulihan konektivitas wilayah.
Sebagai langkah awal pemulihan, Korem 032/Wirabraja telah membangun hunian sementara atau huntara di sejumlah wilayah terdampak. Di Kabupaten Agam, TNI mendirikan huntara di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang menampung 117 kepala keluarga. Fasilitas ini menjadi tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana.
Pembangunan huntara juga dilakukan di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Di lokasi ini, TNI menyediakan hunian sementara bagi 60 kepala keluarga. Sementara itu, di Kabupaten Tanah Datar, huntara yang dibangun mampu menampung 20 kepala keluarga terdampak bencana.
Selain penyediaan tempat tinggal, TNI juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih. Hingga saat ini, telah dibangun 13 titik sumur bor yang tersebar di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Solok. Sumur bor tersebut sangat membantu penyintas banjir bandang dan tanah longsor dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Dari total 13 sumur bor, sebanyak 11 titik dibangun oleh TNI Angkatan Darat. Dua titik lainnya merupakan hasil pembangunan mandiri Korem 032/Wirabraja bersama Kodam XX Tuanku Imam Bonjol. Kolaborasi ini mempercepat pemulihan layanan dasar di wilayah yang sebelumnya kesulitan akses air bersih.
Pemulihan infrastruktur transportasi juga menjadi perhatian utama. Sejak bencana terjadi, TNI telah menyelesaikan pembangunan empat unit jembatan bailey akibat terputusnya akses jalan darat. Jembatan darurat tersebut dibangun di Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Solok.
Keempat jembatan bailey itu kini telah rampung sepenuhnya dan sudah dapat digunakan masyarakat. Kehadiran jembatan darurat ini dinilai sangat membantu mobilitas warga, distribusi logistik, serta mempercepat aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Melalui pembangunan huntara, sumur bor, dan jembatan darurat, Korem 032/Wirabraja menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan pascabencana benar-benar tuntas. Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Sumatera Barat.
“Baca Juga : Posko ESDM: Kelistrikan Papua Surplus Selama Libur Nataru”




Leave a Reply