MarketingCollections.com -Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, khususnya menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, menyatakan pemulihan harus berjalan cepat dan tepat, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. “Pemulihan pascabencana bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat,” ujar Safrizal di Jakarta, Rabu.
Safrizal menekankan pentingnya pemeriksaan titik distribusi bahan makanan yang masih terhambat untuk memastikan stok pangan di Aceh aman dan tidak terganggu. Pemerintah juga memastikan ketersediaan air bersih untuk minum dan kebutuhan bersuci, dukungan sandang, serta percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara.
Baca juga:“Yuna ITZY Siap Coba Debut Solo di Dunia Musik”
Kemendagri Perkuat Koordinasi Satgas Nasional Percepatan Pemulihan Aceh
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan menggelar rapat koordinasi pemulihan Aceh pascabencana.
Rapat ini mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas.
Presiden membentuk Satgas Nasional Pemulihan Pascabencana dengan Tito Karnavian sebagai ketua.
Koordinasi lintas kementerian dan Satgas DPR RI dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Semua kementerian sepakat memperkuat sinergi dan menghapus ego sektoral.
Tujuannya agar proses pemulihan berjalan cepat, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pemulihan difokuskan pada layanan dasar, infrastruktur kritis, dan pemindahan pengungsi.
Langkah ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan Aceh menghadapi bencana berikutnya.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar masyarakat terdampak merasakan kehadiran pemerintah.
Ke depan, koordinasi terintegrasi dipantau agar semua sektor melaksanakan program pemulihan tepat waktu.
Pemulihan Pascabencana Aceh Dipercepat, Infrastruktur dan Layanan Dasar Jadi Prioritas
Kementerian Pekerjaan Umum dan Kemendagri mempercepat pemulihan pascabencana Aceh dengan fokus normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul, bendungan, dan akses jalan nasional.
Prioritas pemulihan mencakup pemantauan teknis jembatan Bailey agar berfungsi optimal, serta perbaikan infrastruktur penting yang terdampak banjir dan tanah longsor November 2025. Semua pengerjaan dilakukan secara simultan berbasis skala prioritas di seluruh kabupaten dan kota terdampak.
Rapat koordinasi ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kesehatan, Sosial, Kemendikdasmen, Perhubungan, Komunikasi dan Digital, Keuangan, Kementerian PPPA, BP BUMN, Satgas Darurat Jembatan, TNI, BUMN, dan pemerintah daerah. Pertemuan bertujuan memperoleh pembaruan progres pemulihan dari masing-masing sektor.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga memastikan semua elemen bekerja sinergis, menghapus ego sektoral, dan mempercepat pemulihan bagi masyarakat terdampak,” ujar Safrizal Zakaria Ali, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.
Baca juga:“Prabowo dijanjikan Amran Indonesia swasembada jagung dalam waktu dekat”




Leave a Reply