marketingcollections – Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Agam melaporkan banjir bandang kembali melanda Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis dini hari.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan didahului bunyi gemuruh dari hulu Sungai Muaro Pisang. Suara tersebut terdengar berulang kali dan memicu kepanikan warga di sekitar bantaran sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan warga langsung berhamburan keluar rumah. Mereka memilih mengungsi ke sekolah, rumah kerabat, dan lokasi yang dinilai lebih aman.
Aliran banjir membawa material lumpur dan bebatuan yang menggenangi sejumlah rumah di kawasan Pasar Maninjau. Kondisi ini membuat warga tidak berani kembali ke rumah sebelum situasi benar-benar aman.
BPBD Agam memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Respons cepat warga yang segera mengungsi setelah mendengar gemuruh dinilai berhasil mencegah dampak yang lebih serius.
Petugas BPBD terus melakukan pemantauan di sekitar aliran Sungai Muaro Pisang. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras, mengingat potensi banjir bandang susulan masih dapat terjadi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah kesiapsiagaan lanjutan, termasuk pendataan dampak dan pembersihan material banjir. Upaya ini dilakukan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal.
“Baca Juga : OSO Ajak Bangsa Perkuat Solidaritas Pascabencana Sumatera”
Banjir Bandang Tutup Jalan Provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi
Banjir bandang yang melanda Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, berdampak langsung pada akses transportasi utama wilayah tersebut. BPBD Kabupaten Agam melaporkan material lumpur dan bebatuan menutupi badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung dan Kota Bukittinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur menjelaskan kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Penutupan akses ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Petugas gabungan segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir bandang. Pembersihan difokuskan pada lumpur tebal dan bebatuan besar yang terbawa arus dari hulu sungai.
Abdul Ghafur menyebut banjir bandang dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu malam. Hujan deras menyebabkan material bekas longsoran di hulu Sungai Muaro Pisang turun dan memicu luapan air.
Ia mengakui banjir bandang bukan kejadian pertama di kawasan itu. Riwayat kejadian berulang menunjukkan tingginya kerawanan bencana di sepanjang aliran sungai.
BPBD Agam mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat. Pengendara juga diminta tidak melintasi jalur terdampak hingga dinyatakan aman.
Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai. Langkah kesiapsiagaan diperkuat untuk meminimalkan risiko korban dan gangguan aktivitas masyarakat.
Banjir Bandang Awal Tahun Kembali Terjang Maninjau, BPBD Lakukan Penanganan Darurat
Banjir bandang kembali melanda kawasan Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada awal tahun. BPBD Kabupaten Agam langsung mengaktifkan langkah penanganan darurat untuk melindungi warga dan meminimalkan dampak lanjutan.
Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai. Aliran air membawa material lumpur dan bebatuan, lalu meluap ke permukiman dan fasilitas umum di sekitar Pasar Maninjau.
Petugas BPBD bersama unsur pemerintah daerah bergerak cepat melakukan asesmen awal. Tim mencatat kondisi warga terdampak, kerusakan rumah, serta gangguan pada infrastruktur jalan dan fasilitas publik.
Langkah prioritas difokuskan pada keselamatan warga. Aparat mengarahkan masyarakat di bantaran sungai untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.
BPBD juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir yang menutup akses jalan. Pembersihan dilakukan agar mobilitas warga dan distribusi bantuan dapat segera pulih.
Selain penanganan fisik, BPBD Agam membuka posko koordinasi untuk pendataan lanjutan. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan logistik serta perencanaan pemulihan pascabencana.
Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi banjir susulan. Warga diminta segera menjauh dari aliran sungai saat hujan deras berlangsung.
Ke depan, BPBD Agam akan memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas instansi. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko korban dan kerusakan akibat banjir bandang berulang di kawasan Maninjau.




Leave a Reply