BNN Batang Gerebek Tiga THM Cegah Peredaran Narkoba

BNN Batang Gerebek Tiga THM Cegah Peredaran Narkoba

marketingcollections –  Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang menggelar operasi razia di tiga tempat hiburan malam wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu dini hari, 31 Desember, sebagai langkah pencegahan peredaran narkotika dan obat berbahaya menjelang Tahun Baru 2026.

Kepala BNNK Batang Suryanto Padmadi Raharjo menjelaskan bahwa razia tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini. Langkah ini bertujuan menekan potensi penyalahgunaan narkotika di lokasi hiburan malam. Operasi difokuskan pada pengunjung kafe dan tempat karaoke.

Petugas melakukan pemeriksaan dengan metode pengecekan pupil mata dan tes urine. Total sebanyak 149 pengunjung diperiksa dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara acak dan terukur.

Hasil razia menunjukkan mayoritas pengunjung dinyatakan negatif. Di Kafe Valentine Karaoke, sebanyak 52 orang dinyatakan negatif narkotika. Sementara itu, di Happy Puppy Karaoke, 61 pengunjung juga dinyatakan negatif.

Pemeriksaan di Paramita Karaoke melibatkan 36 pengunjung. Dari jumlah tersebut, 35 orang dinyatakan negatif. Satu orang terdeteksi positif mengonsumsi psikotropika.

Suryanto menyampaikan bahwa terhadap pengunjung yang terindikasi positif akan dilakukan tindak lanjut. BNNK Batang akan melaksanakan asesmen medis untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Pendekatan ini mengedepankan aspek kesehatan dan rehabilitasi.

Ia menegaskan bahwa razia dilakukan bukan semata penindakan. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan efek pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Tempat hiburan malam menjadi perhatian karena berpotensi disalahgunakan sebagai lokasi peredaran narkotika.

Menjelang perayaan Tahun Baru, intensitas pengawasan akan ditingkatkan. BNNK Batang berkomitmen menjaga situasi kondusif di wilayahnya. Upaya pencegahan diharapkan dapat melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Baca Juga : Satpol PP Kerahkan Personel Amankan Malam Tahun Baru”

BNNK Batang Perkuat Pencegahan dan Rehabilitasi Narkoba Sepanjang 2025

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat sepanjang 2025. Fokus kebijakan diarahkan pada edukasi, pembentukan relawan, serta penguatan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.

Kepala BNNK Batang Suryanto Padmadi Raharjo menyampaikan bahwa selama 2025 pihaknya telah melaksanakan 140 kegiatan sosialisasi bahaya narkoba. Total peserta mencapai sekitar 26 ribu orang. Sasaran kegiatan mencakup instansi pemerintah, sektor swasta, serta lembaga pendidikan.

Menurutnya, pendekatan edukatif menjadi fondasi utama pencegahan. Sosialisasi dilakukan secara masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Langkah ini bertujuan menekan potensi penyalahgunaan sejak dini.

Selain sosialisasi, BNNK Batang juga membentuk jejaring partisipasi masyarakat. Sebanyak 50 relawan anti-narkoba dan 30 penggiat anti-narkoba telah dibekali peran aktif. Program Kelurahan atau Desa Bersih Narkoba (Bersinar) turut dijalankan sebagai upaya pencegahan berbasis komunitas.

Di bidang rehabilitasi, BNNK Batang mencatat penanganan terhadap 28 klien sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, 23 klien berjenis kelamin laki-laki dan lima perempuan. Seluruhnya menjalani layanan rawat jalan.

Rincian klien rehabilitasi mencakup 21 klien sukarela. Lima klien berasal dari hasil Tim Asesmen Terpadu. Dua klien lainnya merupakan rujukan kepolisian. Pendekatan rehabilitasi dilakukan sesuai profil dan kebutuhan klien.

Jenis narkoba yang dikonsumsi bervariasi. Sebanyak 17 klien tercatat menggunakan sabu atau ganja. Sebanyak 11 klien lainnya mengonsumsi obat daftar G. Jenis obat tersebut meliputi DMP, alprazolam, excimer, tramadol, dan yarindoo.

Suryanto menegaskan bahwa penanganan rehabilitasi mengedepankan aspek medis dan pemulihan sosial. Tujuannya membantu klien kembali berfungsi secara produktif. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional P4GN.

Memasuki 2026, BNNK Batang menyiapkan sejumlah program lanjutan. Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat akan menjalankan pelatihan teknis pendidik sebaya anti-narkotika. Program ini menyasar peran aktif generasi muda.

Selain itu, program informasi dan edukasi P4GN akan diperluas melalui media luar ruang, elektronik, dan non-elektronik. Monitoring dan evaluasi juga akan diperkuat untuk memastikan efektivitas program. Dengan strategi berkelanjutan, BNNK Batang menargetkan pencegahan narkoba yang lebih masif dan terukur.

“Baca Juga : Pakar: Kebijakan GSH Krakatau Steel Apresiasi Karyawan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *