Anggota DPR Dorong Penyiaran Publik Tingkatkan Pendidikan

MarketingCollections.com -Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta lembaga penyiaran publik berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Ia menilai penguatan pendidikan penting untuk memperbaiki mutu sumber daya manusia dan literasi masyarakat.

Novita menyampaikan pernyataan itu dalam konteks kemitraan Komisi VII dengan sektor strategis nasional. Komisi VII membawahi industri, pariwisata, ekonomi kreatif, serta media dan penyiaran publik. Menurutnya, sektor-sektor tersebut menjadi penopang penting Produk Domestik Bruto nasional.

Ia menegaskan tantangan utama saat ini tidak lagi terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik. Indonesia justru menghadapi krisis kualitas sumber daya manusia yang berpotensi menghambat daya saing nasional. Kondisi tersebut, kata dia, terlihat dari rendahnya literasi dan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan teknologi.

Baca juga:“Mensesneg Pastikan Kabinet Masih Aman, Belum Ada Reshuffle”

DPR Soroti Penurunan Peran Edukasi Penyiaran Publik

Anggota Komisi VII DPR RI menilai fungsi edukasi penyiaran publik mengalami kemunduran serius. Ia melihat masyarakat, terutama generasi muda, lebih memilih konten hiburan singkat di platform digital.

Kondisi tersebut menunjukkan program pendidikan dari lembaga penyiaran publik belum mampu bersaing. Tayangan edukatif negara dinilai kalah menarik dibanding konten cepat dan ringan di media sosial.

Ia mengingatkan bahwa TVRI dan RRI pernah menjadi rujukan utama tayangan pendidikan nasional. Pada masa itu, siaran edukatif mampu membangun daya pikir kritis dan wawasan publik secara luas.

Menurutnya, perubahan perilaku konsumsi media harus direspons dengan inovasi konten. Penyiaran publik perlu mengemas program pendidikan secara kreatif, relevan, dan mudah diakses generasi muda.

Ia juga menilai sinergi antar lembaga masih bersifat terbatas. Kerja sama TVRI dan RRI dinilai sering berhenti pada tayangan seremonial dan pemberitaan jangka pendek.

DPR mendorong agar sinergi tersebut terintegrasi dengan kebijakan pendidikan nasional. Kolaborasi nyata dengan Kementerian Pendidikan menjadi langkah penting untuk memperkuat dampak siaran edukatif.

DPR Ingatkan Krisis Literasi Pelajar dan Peran Strategis Penyiaran Publik

Anggota Komisi VII DPR RI menyampaikan keprihatinan atas rendahnya tingkat literasi pelajar di Indonesia. Ia merujuk laporan kalangan akademisi yang menunjukkan penurunan kemampuan berpikir kritis siswa.

Menurutnya, terdapat temuan mengkhawatirkan pada jenjang pendidikan menengah. Dalam beberapa kasus, kemampuan literasi siswa SMA disebut setara dengan siswa kelas lima sekolah dasar.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan persoalan serius dalam sistem pendidikan nasional. Literasi dasar yang lemah akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Anggota DPR tersebut menegaskan pendidikan tidak boleh ditempatkan sebagai prioritas pinggiran. Semua instrumen negara harus terlibat aktif dalam upaya pencerdasan bangsa.

Ia menyoroti peran strategis lembaga penyiaran publik dalam menjangkau masyarakat luas. TVRI dan RRI dinilai memiliki mandat kuat untuk mendukung peningkatan literasi nasional.

Menurutnya, penyiaran publik perlu kembali menjadi pusat edukasi masyarakat. Program pendidikan harus dirancang menarik, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan pelajar.

Baca juga:“Purbaya Pastikan Pelemahan IHSG Cuma Syok Sesaat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *