Odekta Elvina Khawatir Regenerasi Maraton Putri Indonesia
Pelari maraton putri Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, mengkhawatirkan belum munculnya atlet muda yang menonjol untuk meneruskan kiprah Indonesia di nomor maraton putri pada ajang internasional.
Odekta menilai regenerasi atlet perlu mendapat perhatian serius karena dirinya kini telah berusia 34 tahun. Ia berharap pelari muda segera menunjukkan potensi agar prestasi Indonesia di nomor maraton putri tetap berlanjut.
Odekta Soroti Minimnya Pelari Muda Menonjol
Odekta mengaku mulai memikirkan keberlanjutan nomor maraton putri Indonesia setelah dirinya tidak lagi mampu tampil di level kompetitif.
“Tentunya dengan usia saya sekarang ini (34 tahun), saya khawatir tidak ada yang meneruskan jejak saya,” kata Odekta Elvina Naibaho dalam konferensi pers Pertamina Eco RunFest 2026 di Jakarta, Rabu.
Menurut Odekta, Indonesia idealnya sudah memiliki sejumlah pelari muda yang mengikuti perkembangan atlet senior. Kehadiran mereka penting untuk memastikan nomor maraton putri tidak mengalami kekosongan saat generasi saat ini mengakhiri karier.
Ia berharap calon penerusnya mulai terlihat melalui berbagai kompetisi lari yang berlangsung di Indonesia. Kompetisi tersebut dapat menjadi sarana bagi pelari muda untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding.
baca juga: Frenkie de Jong Hanya Ingin Bertahan di Barcelona
Pertamina Eco RunFest Jadi Wadah Regenerasi
Odekta menyambut positif penyelenggaraan Pertamina Eco RunFest 2026. Menurutnya, ajang lari dengan berbagai kategori dapat membantu memperluas minat masyarakat terhadap olahraga atletik.
Pertamina Eco RunFest menyediakan sejumlah kategori lomba, antara lain half marathon 21,1 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer. Peserta juga terbagi dalam kelompok usia sehingga kompetisi dapat menjangkau pelari dari berbagai generasi.
Menurut Odekta, keberadaan kategori tersebut berpotensi membantu pencarian bibit atlet. Pelari yang memiliki kemampuan dan konsistensi dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang menuju tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
“Jadi, dengan adanya acara lari seperti Pertamina Eco RunFest ini dan event-event yang banyak di Indonesia, sangat membantu untuk perkembangan dan regenerasi atlet kita,” ujarnya.
Pembinaan Atletik Perlu Menjaga Jalur Regenerasi
Regenerasi tidak hanya bergantung pada banyaknya kompetisi lari. Pembinaan yang terarah juga diperlukan agar pelari muda dapat berkembang dari level pemula menuju atlet berprestasi.
Odekta berharap pembinaan yang dilakukan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) dapat terus menghasilkan atlet potensial. Dukungan kompetisi di berbagai daerah juga dapat memperluas kesempatan bagi talenta baru untuk berkembang.
Ia menilai pelari muda seharusnya mulai berada dalam jalur pembinaan sebelum atlet senior mengakhiri karier. Dengan demikian, transisi antargenerasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Mestinya ada yang sudah nempel atau sudah ada di bawah saya, gitu, yang sudah mengikuti jejak saya. Jadi, jangan sampai nanti di acara-acara internasional setelah saya, atlet dari Indonesia kosong,” kata Odekta.
Target Regenerasi untuk Menjaga Prestasi Internasional
Kekhawatiran Odekta menunjukkan pentingnya menyiapkan penerus sejak jauh hari. Nomor maraton membutuhkan daya tahan, pengalaman bertanding, serta proses latihan jangka panjang sehingga pembentukan atlet tidak dapat dilakukan secara instan.
Odekta berharap munculnya pelari muda tidak hanya meningkatkan persaingan di tingkat nasional. Mereka juga diharapkan mampu mengambil alih estafet prestasi Indonesia pada kejuaraan internasional ketika generasi senior mulai meninggalkan arena.
Keberadaan ajang lari massal seperti Pertamina Eco RunFest dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut. Jika diikuti pembinaan dan kompetisi yang berjenjang, ajang semacam ini berpeluang memperkuat fondasi regenerasi maraton putri Indonesia.
baca juga: PB PASI bidik minimal empat medali perunggu Asian Games 2026




Leave a Reply