MarketingCollections.com -Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif ke Teheran, Iran, dapat menjadi harapan diplomasi dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Reza kepada ANTARA di Jakarta, Minggu, terkait upaya de-eskalasi militer setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia menekankan bahwa inisiatif diplomasi Indonesia dan Pakistan memiliki dampak simbolis meski hasilnya kecil.
“Diplomasi Indonesia dan Pakistan ini, sekecil apapun hasilnya, dapat menjadi lilin kecil bagi masyarakat dunia, terutama di Timur Tengah,” ujar Reza. Ia menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mengupayakan perdamaian global.
Reza menambahkan, upaya de-eskalasi sangat penting untuk menahan ketegangan. Menurutnya, fokus utama sebaiknya pada upaya meredam konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat, sebagai salah satu pihak penyebab krisis di Teluk.
Baca juga:“Trump Ancam Pemimpin Tertinggi Baru Iran Tidak Akan Bertahan Lama”
Diplomasi Indonesia-Pakistan di Teheran Dikonsultasikan ke Organisasi Internasional
Setelah Indonesia dan Pakistan mencapai kesepakatan bersama, prakarsa diplomasi mereka dikonsultasikan ke organisasi internasional. Langkah ini melibatkan Developing Eight (D-8), OKI, Gerakan Non-Blok, dan Liga Arab. Tujuannya adalah membangun kerangka bagi Resolusi Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB.
Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menyatakan bahwa semua hasil diplomasi ini akan dijadikan materi diplomasi publik. “Ini menjadi referensi bagi seluruh media massa internasional,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta.
Dalam konteks kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan PM Pakistan Shehbaz Sharif ke Teheran, Reza menilai diplomasi aktif ini sangat strategis. Langkah tersebut penting bagi Indonesia dan Pakistan sebagai anggota D-8, dengan Iran juga menjadi anggota.
Selain kerjasama D-8, Indonesia dan Pakistan merupakan negara demokrasi modern dengan populasi Muslim besar. Menurut Reza, kombinasi ini dapat menjadi referensi pembangunan dunia yang berkelanjutan.
Diplomasi aktif yang dilakukan kedua negara bertujuan mendorong stabilitas regional. Pendekatan ini mengedepankan dialog multilateral, membangun komunikasi dengan berbagai aktor internasional untuk meredam ketegangan di Teluk.
Prabowo Umumkan Rencana Kunjungan ke Teheran Bersama PM Pakistan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana kunjungannya ke Teheran secara langsung dalam pertemuan dengan para kiai, ulama, dan cendekiawan Muslim. Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.
Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, menjelaskan proses pengumuman tersebut. “Beliau tadi bercerita sebelum pertemuan ini, sempat berbicara lewat telepon dengan Perdana Menteri Pakistan,” kata Jimly.
Jimly menambahkan bahwa kedua pemimpin sepakat untuk melakukan kunjungan bersama. “Saya bersyukur Presiden dan Perdana Menteri Pakistan bersedia bersama-sama berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi aktif untuk meredam ketegangan di Timur Tengah. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan.
Selain aspek diplomasi, rencana kunjungan ini disambut positif oleh kalangan cendekiawan dan tokoh Muslim. Pertemuan dengan ICMI menegaskan dukungan publik terhadap inisiatif diplomasi Presiden Prabowo.
Baca juga:“Perempuan Korban Penipuan Kerja Asal Riau Meninggal di Kamboja”




Leave a Reply