marketingcollections -Pemerintah Indonesia dan Belarus resmi menyepakati penyusunan Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia untuk periode 2026–2030. Kesepakatan ini dicapai dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI-Belarus di Minsk, Jumat (15/5/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.
“Roadmap ini diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai kerja sama,” ujar Airlangga. Dokumen tersebut juga ditargetkan menjadi salah satu deliverables utama dalam kunjungan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia yang dijadwalkan pada awal Juli 2026.
Kerangka Payung Kerja Sama Strategis
SKB ke-8 ini berfungsi sebagai kerangka payung kerja sama bilateral, khususnya di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis. Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis untuk penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi.
Airlangga menekankan pentingnya implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA). Perjanjian yang ditandatangani Desember 2025 ini diyakini membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan.
Tiga Raksasa Manufaktur Belarus Jadi Fokus Penjajakan
Sebagai bagian dari rangkaian SKB, Airlangga meninjau tiga perusahaan industri strategis Belarus di Minsk pada Kamis (14/5). Kunjungan ini membuka peluang kerja sama konkret.
1. Minsk Tractor Works (MTZ) – Alat Mesin Pertanian
Fokus pada teknologi traktor untuk mendukung program food estate. MTZ menyatakan kesiapan menyesuaikan spesifikasi dengan kontur alam Indonesia. Perusahaan ini juga menawarkan program pelatihan dan transfer teknologi.
Baca juga:Ekonom Sebut Rupiah Melemah Bisa Picu Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Joint Assembly Alat Berat dan Mesin Pertanian, Forum Bisnis Targetkan Awal Juli 2026
Indonesia dan Belarus terus mendiskusikan peluang kerja sama industri dan teknologi. Fokus utama adalah joint assembly machineries (perakitan bersama mesin-mesin berat) di Indonesia. Langkah ini menjadi tindak lanjut Sidang Komisi Bersama ke-8 di Minsk, Jumat (15/5/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kerja sama ini akan mencakup tiga sektor utama. Pertama, perakitan traktor dan alat mesin pertanian melalui Minsk Tractor Works (MTZ). Kedua, perakitan bus dan truk dengan Minsk Automobile Plant (MAZ). Ketiga, perakitan dump truck tambang melalui BelAZ Holding.
“Ini bukan sekadar dagang, tetapi transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).
Forum Bisnis Indonesia-Belarus direncanakan berlangsung bersamaan dengan kunjungan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia. Jadwal kunjungan tersebut dipatok pada awal Juli 2026. Forum ini akan mempertemukan sedikitnya 50 perusahaan dari kedua negara. Sektor yang dipromosikan meliputi industri berat, pupuk, dan bahan baku pertanian.
Pemerintah Belarus berkomitmen memperkuat kemitraan ekonomi. Fokusnya mencakup pengembangan kerja sama industri, investasi langsung, pertanian modern, dan konektivitas perdagangan. Belarus memiliki tingkat swasembada pangan 96 persen, menjadikannya mitra ideal untuk program food estate Indonesia.
Sebagai informasi, nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 221 juta dolar AS, naik 72,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Target baru yang dicanangkan adalah 500 juta dolar AS pada 2027. Implementasi Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang mulai berlaku April 2026 akan menjadi katalis utama.
Fokus Kerja Sama: Alat Berat, Mesin Pertanian, dan Transfer Teknologi
Dalam rangkaian SKB, delegasi Indonesia meninjau tiga pabrik raksasa Belarus. Minsk Tractor Works (MTZ) menawarkan kerja sama perakitan traktor untuk food estate. Minsk Automobile Plant (MAZ) membuka peluang produksi bus dan truk di Indonesia. BelAZ Holding siap memasok dump truck tambang sekaligus alih teknologi perawatan.
Karankevich juga menekankan pentingnya Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang mulai diimplementasikan April 2026. Perjanjian ini membuka akses pasar produk Indonesia seperti karet, kopi, dan produk perikanan ke Belarus serta anggota EAEU lainnya (Rusia, Kazakhstan, Armenia, Kyrgyzstan).
Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 221 juta dolar AS, naik 72,6 persen. Target baru yang dicanangkan adalah 500 juta dolar AS pada 2027. Forum Bisnis Indonesia-Belarus akan digelar bertepatan dengan kunjungan Presiden Lukashenko. Rencananya, 50 perusahaan dari kedua negara akan bertemu di Jakarta untuk business matching.
Dengan komitmen ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mitra produksi. Transfer teknologi alat berat dan mesin pertanian diharapkan memperkuat kemandirian industri nasional. Viktor Karankevich menutup pernyataannya dengan optimisme: “Kerja sama ini akan membawa kemakmuran bagi rakyat kedua negara.”
Baca juga:DPR Soroti Pelemahan Rupiah, Inflasi Impor Diwaspadai




Leave a Reply