MarketingCollections -PT PLN (Persero) menghentikan sementara proyek PLTA Upper Cisokan di Jawa Barat setelah terjadi longsor. Keputusan ini diambil sebagai langkah cepat untuk menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan proyek.
Penghentian dilakukan oleh Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah. Langkah ini mencakup penghentian seluruh aktivitas konstruksi di area terdampak. Tim juga mensterilkan lokasi yang berpotensi mengalami longsor susulan.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Ferdyan Hijrah Kusuma, menjelaskan bahwa longsor dipicu curah hujan tinggi. Kondisi cuaca ekstrem meningkatkan risiko pergerakan tanah di wilayah proyek.
“Area terdampak sudah kami sterilkan dan seluruh pekerjaan dihentikan sementara,” ujarnya di Bandung Barat.
Saat ini, PLN menurunkan tim teknis untuk melakukan peninjauan lapangan. Tim memetakan kondisi struktur tanah dan mengevaluasi tingkat risiko di sekitar proyek. Proses ini penting untuk memastikan keamanan sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Proyek PLTA Upper Cisokan merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor energi terbarukan. Pembangkit ini dirancang untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus meningkatkan bauran energi bersih di Indonesia.
Dalam praktik konstruksi, penghentian sementara akibat faktor alam merupakan prosedur standar keselamatan. Evaluasi geoteknik diperlukan untuk mencegah risiko lanjutan yang dapat membahayakan pekerja dan infrastruktur.
Baca juga:“Harga Emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Kamis Pagi Kompak Turun”
Tidak Ada Korban, BPBD Tangani Longsor Cisokan
PT PLN memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor di proyek PLTA Upper Cisokan, Jawa Barat. Kejadian tersebut berlangsung saat tidak ada aktivitas pekerjaan di area terdampak.
Perwakilan PLN, Ferdyan Hijrah Kusuma, menyatakan kondisi tersebut menghindarkan pekerja dari risiko langsung. Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Saat terjadinya longsor tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat langsung melakukan penanganan. Tim diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi pasca-bencana tetap terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabbudin, mengatakan koordinasi dilakukan dengan pemerintah setempat. Pihaknya juga berkomunikasi dengan Camat Rongga untuk memastikan situasi aman.
“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan akan menerjunkan anggota untuk penanganan di lokasi,” katanya.
Penanganan ini merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor antara PLN dan pemerintah daerah. Langkah tersebut bertujuan mempercepat respons dan meminimalkan potensi risiko lanjutan.
Secara umum, longsor di wilayah dengan curah hujan tinggi menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Pemantauan kondisi tanah dan mitigasi bencana menjadi langkah penting dalam proyek infrastruktur besar.
PLTA Upper Cisokan Jadi Proyek Energi Strategis di Tengah Risiko Longsor
Potensi longsor susulan masih menjadi perhatian utama di proyek PLTA Upper Cisokan. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi meningkatkan risiko pergerakan tanah di wilayah tersebut.
Upaya mitigasi terus dilakukan untuk memastikan keamanan area proyek. Langkah ini mencakup pemantauan intensif dan pembatasan aktivitas di zona rawan longsor. Tujuannya untuk mencegah dampak lebih lanjut terhadap infrastruktur dan lingkungan sekitar.
PLTA Upper Cisokan merupakan proyek strategis nasional di sektor energi terbarukan. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur, Jawa Barat. Proyek ini mengusung teknologi pumped storage yang masih terbatas di Indonesia.
Sistem pumped storage bekerja dengan memanfaatkan dua waduk pada ketinggian berbeda. Air dipompa ke waduk atas saat kebutuhan listrik rendah. Saat permintaan meningkat, air dialirkan ke bawah untuk menghasilkan listrik.
Proyek ini memiliki kapasitas terpasang sekitar 1.040 megawatt. Terdapat empat unit turbin dengan kapasitas masing-masing 260 megawatt. Kapasitas ini cukup besar untuk mendukung stabilitas pasokan listrik di Pulau Jawa.
Secara global, teknologi pumped storage digunakan untuk menjaga keseimbangan sistem energi. Sistem ini membantu menyimpan energi berlebih dan mendistribusikannya saat dibutuhkan. Hal ini menjadi penting dalam transisi menuju energi bersih.
Di Indonesia, pengembangan PLTA seperti Upper Cisokan berperan dalam meningkatkan bauran energi terbarukan. Pemerintah menargetkan peningkatan porsi energi bersih dalam beberapa dekade mendatang.
Sebagai penutup, proyek ini memiliki peran strategis dalam ketahanan energi nasional. Namun, aspek keselamatan dan mitigasi bencana tetap menjadi prioritas utama agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Baca juga:“Komisi VI DPR Apresiasi Kinerja Menteri ESDM Terkait Ketahanan Energi”




Leave a Reply