Kolaborasi Baru Dorong Pengelolaan Sampah di Sumba Timur

Kolaborasi Baru Dorong Pengelolaan Sampah di Sumba Timur

marketingcollections – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mendorong peningkatan kesadaran lingkungan melalui kolaborasi pelatihan pengelolaan sampah di Desa Watuhadang. Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas kebersihan kawasan dan mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi Sumba Timur sebagai destinasi yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, dan Baitulmaal Muamalat. Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung visi kawasan wisata tanpa sampah. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata, Yudi Umbu Rawambaku, menyebut pelatihan pengelolaan sampah digelar di Desa Watuhadang untuk mendukung terwujudnya kawasan wisata bebas sampah di Sumba Timur.

Yudi menjelaskan bahwa program ini menjadi fondasi bagi pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (CBT) yang kini menjadi arah pembangunan pariwisata di Pulau Sumba. Ia menegaskan bahwa konsep tersebut harus selaras dengan nilai budaya setempat. Termasuk komitmen menjaga lingkungan dari sampah, narkotika, prostitusi, dan perdagangan manusia, menurutnya, pariwisata Sumba. Timur harus tumbuh dengan menjunjung kearifan lokal dan tradisi.

Pelatihan mencakup berbagai materi teknis seperti pemilahan sampah, pembuatan eco-enzim, produksi kompos organik, pemanfaatan limbah tenun menjadi kerajinan, dan budidaya magot yang berfungsi mengurai sampah organik. Program ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata. Dinas Lingkungan Hidup, serta Universitas Wira Wacana Kristen Sumba Timur untuk memperkuat edukasi dan memberi pendampingan kepada masyarakat.

Kepala Desa Watuhadang menyatakan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kondisi desa yang sedang berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Ia menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah akan menentukan keberhasilan program.

Sebagai penutup, pemerintah daerah berharap kegiatan ini menjadi model pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan lingkungan wisata yang bersih dan berkelanjutan. Langkah lanjutan berupa pendampingan rutin dan penguatan kelompok pengelola wisata direncanakan untuk memastikan implementasi berjalan konsisten.

Baca Juga : “Polri Ungkap 300 Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil

Penguatan Keterampilan Lingkungan di Sumba Timur Dorong Ekonomi dan Wisata Berkelanjutan

Pelatihan pengelolaan sampah di Desa Watuhadang terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kapasitas pengolahan limbah serta membuka peluang ekonomi baru. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menilai bahwa penguatan keterampilan ini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan desa wisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini meliputi pembuatan kompos dan eco-enzim, pemilahan sampah, pemanfaatan kain perca tenun, serta budidaya magot. Program ini dirancang untuk memberi keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan masyarakat di sektor pertanian dan kerajinan lokal. Yudi Umbu Rawambaku menyatakan bahwa keterampilan tersebut mendorong pengurangan limbah sekaligus membuka peluang ekonomi di sektor pertanian dan kerajinan.

Universitas Wira Wacana Kristen Sumba Timur juga menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan. Perwakilan kampus, Melycorianda Hubi Ndapamuri, menegaskan kesiapan institusi untuk memberi pendampingan lanjutan bagi desa wisata di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa universitas siap membuka peluang pendampingan lanjutan bagi desa wisata sebagai bagian dari program pengabdian.

Pemkab Sumba Timur menekankan bahwa program pelatihan ini selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program ini mendukung SDGs poin ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin ke-11 tentang pembangunan perkotaan berkelanjutan, poin ke-12. Tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta poin ke-13 terkait penanganan perubahan iklim. Kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat kualitas lingkungan, meningkatkan ekonomi warga, dan memperkuat fondasi pariwisata berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah berharap penguatan kapasitas masyarakat dapat menghasilkan pola pengelolaan sampah yang konsisten serta mendukung citra Desa Watuhadang sebagai kawasan wisata yang bersih dan ramah lingkungan. Pendampingan lintas sektor akan terus dilanjutkan agar masyarakat memiliki kemampuan yang stabil untuk mengelola potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga : “Purbaya Tuntaskan Revisi Aturan Kredit Kopdes


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *