KKP Ajak Pengusaha Terapkan Stelina untuk Ekspor

MarketingCollections -Pemerintah memperkuat daya saing ekspor perikanan melalui sistem ketertelusuran nasional. Upaya ini bertujuan memudahkan produk ikan Indonesia menembus pasar global. Pelaku usaha didorong beradaptasi dengan standar internasional yang semakin ketat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak pengusaha perikanan menggunakan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional atau Stelina. Sistem ini membantu memastikan asal-usul produk lebih transparan. Dengan begitu, produk perikanan lebih mudah diterima di pasar internasional.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan perubahan tren pasar global. Ia menyebut kualitas fisik saja tidak lagi cukup untuk bersaing. Produk juga harus memiliki bukti legalitas dan memenuhi prinsip keberlanjutan.

“Produk perikanan saat ini harus berasal dari rantai pasok yang legal dan transparan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa aspek ketertelusuran menjadi syarat utama dalam perdagangan global. Hal ini mencerminkan tuntutan konsumen terhadap produk yang bertanggung jawab.

Menurut Didit, kesadaran lingkungan global terus meningkat. Konsumen kini ingin mengetahui asal produk, metode penangkapan, dan dampaknya terhadap ekosistem. Informasi tersebut menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

Data perdagangan menunjukkan bahwa negara tujuan ekspor semakin ketat dalam menetapkan standar. Sertifikasi keberlanjutan dan transparansi menjadi syarat utama untuk masuk pasar. Oleh karena itu, penggunaan sistem seperti Stelina menjadi kebutuhan strategis.

Baca juga:“Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,857 Juta/gr Jumat Ini”

Stelina Perkuat Ketertelusuran Ikan dan Buka Peluang Ekspor Nelayan

Pemerintah terus memperkuat sistem ketertelusuran untuk meningkatkan daya saing produk perikanan. Transparansi rantai pasok menjadi faktor penting dalam memenangkan kepercayaan pasar global. Melalui inovasi ini, peluang ekspor diharapkan semakin terbuka, termasuk bagi nelayan di daerah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional atau Stelina. Sistem ini berfungsi merekam setiap tahapan perjalanan ikan secara transparan. Data tersebut mencakup asal tangkapan hingga distribusi ke pasar.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyebut Stelina sebagai instrumen penting dalam rantai pasok. Ia menilai sistem ini mampu meningkatkan kepercayaan pembeli internasional. Ketertelusuran menjadi nilai tambah bagi produk perikanan Indonesia.

KKP sebelumnya menggelar forum teknis untuk mendukung implementasi sistem ini. Kegiatan tersebut berlangsung dalam Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop pada 8 April 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha untuk menyamakan pemahaman teknis.

Melalui forum tersebut, pelaku usaha diberikan pemahaman tentang pentingnya sistem pelacakan. Ketertelusuran dinilai sebagai faktor kunci dalam memenuhi standar perdagangan global. Negara tujuan ekspor kini semakin menuntut transparansi data produk.

Didit juga menegaskan bahwa Stelina akan diterapkan di Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan di desa. Dengan sistem pelacakan yang jelas, produk nelayan tidak hanya dijual di pasar lokal.

Teknologi QR Code Stelina Perkuat Transparansi Produk Perikanan Indonesia

Pemerintah terus mengembangkan inovasi digital untuk meningkatkan daya saing produk perikanan. Transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar global. Sistem ketertelusuran berbasis teknologi kini menjadi solusi utama dalam menjawab tuntutan tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadirkan Stelina sebagai sistem ketertelusuran modern. Sistem ini bekerja dengan prinsip interoperabilitas antarsistem yang terintegrasi. Data dari berbagai tahapan produksi dapat terhubung dalam satu platform.

Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Machmud, menjelaskan mekanisme kerja Stelina. Ia menyebut output sistem ini berupa teknologi QR Code. Kode tersebut memuat informasi lengkap dari hulu hingga hilir.

Melalui QR Code, konsumen dapat mengakses data asal produk dengan mudah. Informasi mencakup lokasi penangkapan, proses distribusi, hingga standar pengolahan. Transparansi ini menjadi nilai tambah dalam perdagangan internasional.

“Sistem ini memberikan gambaran menyeluruh kepada konsumen,” ujar Machmud. Ia menambahkan bahwa sistem ini juga mampu menepis isu negatif terkait praktik illegal fishing. Selain itu, Stelina membantu memastikan proses produksi tetap ramah lingkungan.

Isu keberlanjutan menjadi perhatian utama dalam pasar global saat ini. Banyak negara tujuan ekspor menetapkan standar ketat terkait legalitas dan dampak lingkungan. Oleh karena itu, sistem pelacakan menjadi alat penting dalam menjaga reputasi produk.

Implementasi teknologi ini juga mendukung peningkatan kepercayaan konsumen. Produk yang transparan cenderung lebih mudah diterima di pasar internasional. Hal ini memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan ekspor.

Baca juga:”Jumat Pagi, Harga Cabai Rawit Rp84.650/Kg, Telur Ayam Rp32.650/Kg”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *