marketingcollections – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum sebesar 8,58 persen dibanding Idul Fitri 2025.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Ernita Titis Dewi, menyatakan, “Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak tetap kereta api.”
Secara kumulatif, jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8, Jumat (13/3), hingga hari H Lebaran, Sabtu (21/3), mencapai 10.887.584 orang, naik dari 10.027.482 orang tahun sebelumnya.
Distribusi per moda menunjukkan kereta api mengangkut 3.349.343 orang, naik 13,46 persen dari tahun lalu. Angkutan udara menampung 2.397.192 penumpang, naik 2,95 persen.
Angkutan penyeberangan melayani 2.664.004 orang, meningkat 14,01 persen, sedangkan bus mengangkut 1.693.931 orang, naik 9,37 persen. Angkutan laut tercatat 783.114 penumpang.
Kemenhub menekankan, meski jumlah penumpang meningkat, keselamatan dan kelancaran arus mudik tetap menjadi prioritas. Koordinasi antar moda transportasi dan posko angkutan Lebaran terus dilakukan untuk memastikan layanan optimal.
Peningkatan penggunaan kereta api dan angkutan penyeberangan menunjukkan tren masyarakat memilih moda transportasi yang cepat, aman, dan terjadwal. Kemenhub mendorong penumpang memanfaatkan layanan daring untuk pemesanan tiket agar lebih efisien.
Kenaikan ini sekaligus menjadi indikator pertumbuhan mobilitas masyarakat pasca-pandemi dan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kapasitas angkutan umum di masa mendatang.
“Baca Juga : DJP Ingatkan: Meski Pajak Dipotong, SPT Tetap Dilapor”
KEMENHUB CATAT 873.916 PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ARUS KENDARAAN H-LEBARAN
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 873.916 orang pada hari H Lebaran, Sabtu (21/3/2026).
Pergerakan penumpang per moda menunjukkan kereta api menjadi yang terbanyak, dengan 364.649 orang, terdiri atas 205.335 penumpang antarkota dan 159.314 penumpang perkotaan regional.
Angkutan udara mengangkut 206.785 orang, terbagi menjadi 155.675 penumpang domestik dan 51.110 penumpang internasional. Angkutan laut tercatat 21.141 penumpang, sedangkan penyeberangan melayani 177.564 orang. Moda darat melalui bus menampung 103.777 penumpang.
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan di sejumlah simpul transportasi juga terpantau. Dari gerbang tol Jakarta, tercatat 193.237 unit kendaraan keluar dan 122.074 unit masuk wilayah Jabotabek pada hari yang sama.
Kemenhub menekankan, data ini menjadi indikator pengelolaan arus mudik yang tetap aman dan terkendali, meski jumlah pengguna angkutan umum meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Koordinasi antar-posko, pemantauan kendaraan, serta pengaturan lalu lintas di jalur tol dan simpul transportasi terus dilakukan untuk meminimalkan kemacetan dan memastikan keselamatan penumpang.
Kenaikan jumlah penumpang di semua moda menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan transportasi umum yang terjadwal, aman, dan nyaman selama periode mudik Lebaran.
KEMENHUB CATAT ARUS KENDARAAN H-LEBARAN DAN IMBAU PERSIAPAN ARUS BALIK
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat total pergerakan kendaraan di gerbang tol Jabodetabek dan non-Jabodetabek pada hari H Lebaran mencapai 734.299 unit keluar dan masuk.
Rinciannya, kendaraan di gerbang tol Jabodetabek tercatat 380.753 unit, sementara gerbang tol non-Jabodetabek mencapai 353.546 unit. Di ruas arteri, kendaraan keluar dari Jabodetabek mencapai 601.275 unit, dan masuk 460.089 unit. Pergerakan di ruas arteri non-Jabodetabek tercatat 607.366 unit.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyampaikan imbauan terkait arus balik yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Selasa (24/3/2026) atau H+3 Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan arus balik lebih awal, menghindari waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” ujar Ernita.
Kemenhub juga menekankan pentingnya pemantauan kendaraan, koordinasi antar-posko, dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di jalur tol dan arteri.
Data pergerakan kendaraan ini menjadi acuan dalam perencanaan transportasi arus balik, sekaligus mengoptimalkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
“Baca Juga : Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70%”




Leave a Reply