Kondisi SPBU Shell yang Terdampak
Sejumlah karyawan Shell mengalami pemutusan hubungan kerja akibat kelangkaan stok BBM. Kekosongan pasokan terjadi sejak akhir Agustus 2025.
Di SPBU Shell Lenteng Agung, Jakarta Selatan, hanya BBM diesel yang tersedia. Produk bensin seperti Shell Super dan V-Power kosong hampir sebulan penuh.
Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya menyebut minimarket dan bengkel masih beroperasi. Namun, ia khawatir usaha pendukung itu juga terdampak jika stok BBM tidak kembali normal.
Pemangkasan Karyawan di SPBU
Karyawan tersebut menuturkan sudah ada PHK massal sejak awal September 2025. Dari sekitar 20 karyawan, kini hanya tersisa segelintir staf.
“Sekarang tinggal satu kasir dan satu operator. Sisanya sudah kena lay off,” ujarnya.
Penurunan aktivitas membuat operasional terbatas. Situasi ini dinilai membahayakan keberlangsungan bisnis pendukung SPBU Shell.
Penjelasan Resmi Manajemen Shell
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, membenarkan adanya penyesuaian operasional.
“Kami menyesuaikan jam kerja, hari kerja, hingga merumahkan karyawan karena stok bensin tidak tersedia penuh,” katanya.
Ingrid menegaskan, meski ada penyesuaian, layanan masih dibuka. SPBU Shell tetap menyediakan Shell V-Power Diesel, Shell Recharge, bengkel, Shell Select, dan pelumas.
Menurutnya, ketiadaan stok bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan V-Power Nitro+ hanya bersifat sementara.
Baca Juga : “Usai Pengumuman, Manchester United Bakal Menerima Suntikan Dana Besar“
Upaya Mengatasi Krisis Stok BBM
Shell Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memperlancar pasokan. Perusahaan menargetkan produk bensin kembali tersedia secepatnya.
“Kami berupaya agar distribusi pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati produk bensin Shell,” jelas Ingrid.
Respon Pemerintah Terkait PHK
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menyoroti masalah ini. Ia menyebut SPBU swasta bisa bekerja sama dengan Pertamina.
“Sebenarnya, mereka bisa berkolaborasi dengan Pertamina untuk atasi kelangkaan. Saya sudah bentuk tim khusus untuk mengecek perkembangannya,” ungkap Bahlil.
Harapan Karyawan dan Masa Depan SPBU
Para karyawan berharap persoalan distribusi cepat terselesaikan. Mereka khawatir PHK massal makin meluas jika kondisi tidak segera membaik.
“Harapannya stok BBM segera kembali normal, supaya operasional minimarket dan bengkel tidak terganggu,” tutur salah satu staf.
Kelangkaan stok BBM ini bukan hanya mengganggu konsumen, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan kerja ribuan karyawan SPBU swasta.
Kesimpulan
Kasus PHK di SPBU Shell memperlihatkan rapuhnya rantai pasokan energi swasta di Indonesia. Tanpa kepastian distribusi, operasional dan nasib pekerja terancam.
Kerja sama antara pemerintah, Pertamina, dan SPBU swasta menjadi kunci agar pasokan BBM stabil. Langkah cepat dibutuhkan agar karyawan tidak terus menjadi korban.
Baca Juga : “Alejandro Garnacho Terancam Jadi Musuh dan Dicemooh Publik Old Trafford di Laga Man United vs Chelsea“




Leave a Reply