IHSG Ditutup Menguat Ikuti Bursa Saham Asia

IHSG Menguat 0,53 Persen Mengikuti Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada penutupan perdagangan Rabu. Penguatan tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang bergerak positif.

IHSG naik 31,53 poin atau 0,53 persen menjadi 6.351,61. Sementara itu, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan melemah 1,22 poin atau 0,19 persen ke level 633,99.

Reli Wall Street Dorong Sentimen Positif Bursa Asia

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan mayoritas bursa Asia menguat setelah reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Menurut Nico, penguatan pasar Amerika Serikat (AS) turut mendorong indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru.

Sentimen positif juga mendapat dukungan dari kinerja laporan keuangan sejumlah perusahaan. Selain itu, penurunan tajam harga minyak mentah global turut memberikan ruang bagi pasar untuk bergerak lebih positif.

Investor juga mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran, terutama terkait kemungkinan kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz.

baca juga: Brantas Abipraya rampungkan sekolah rakyat terintegrasi di Soreang

Perkembangan tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi itu juga dapat mengurangi ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dalam waktu dekat.

Data Ekonomi Domestik Menopang Pergerakan IHSG

Dari dalam negeri, sentimen pasar mendapat dukungan dari perkembangan perekonomian nasional. Produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2026 mencatat pertumbuhan secara kuartalan.

Investor juga merespons perlambatan inflasi pada Juli 2026 secara positif. Namun, volatilitas harga pangan dan tekanan musiman akibat pengeluaran tahun ajaran baru masih menjadi perhatian pasar.

Kepastian kebijakan pemerintah terkait ekspor komoditas yang mengandung unsur tanah jarang juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor.

Nico menyebut pemerintah kembali mengizinkan ekspor nikel, timah, serta sejumlah komoditas lain yang mengandung unsur tanah jarang. Perkembangan tersebut turut menopang sentimen perdagangan saham domestik.

Sembilan Sektor Menguat pada Perdagangan Rabu

IHSG langsung bergerak di zona positif sejak pembukaan perdagangan. Indeks mampu mempertahankan penguatan hingga akhir sesi pertama dan tetap berada di teritori hijau sampai penutupan sesi kedua.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami kenaikan. Sektor properti mencatat penguatan terbesar sebesar 2,72 persen.

Sektor barang baku menyusul dengan kenaikan 2,17 persen. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik menguat 1,59 persen.

Di sisi lain, dua sektor berakhir di zona merah. Sektor barang konsumen nonprimer turun 0,10 persen, sedangkan sektor teknologi melemah 0,07 persen.

Saham SLIS, CBPE, TRUK, TALF, dan VKTR menjadi sejumlah saham dengan kenaikan harga terbesar pada perdagangan tersebut.

Sebaliknya, BACH, MORA, ENZO, PRDL, dan MBTO tercatat sebagai saham yang mengalami penurunan harga paling besar.

Aktivitas Perdagangan Saham Capai Rp14,91 Triliun

Aktivitas perdagangan saham BEI berlangsung cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,32 juta kali.

Jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 39,26 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp14,91 triliun.

Sebanyak 422 saham berakhir menguat, sedangkan 223 saham melemah. Sebanyak 318 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga pada penutupan perdagangan.

Bursa Asia Mayoritas Menguat

Penguatan IHSG berlangsung sejalan dengan mayoritas indeks saham utama Asia. Nikkei Jepang naik 3,60 persen menjadi 66.258,00.

Indeks Shanghai China menguat 1,47 persen ke posisi 3.878,43. Hang Seng Hong Kong juga naik 0,24 persen menjadi 25.915,82.

Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan 3,76 persen ke level 6.598,26. Sementara itu, Straits Times Singapura bergerak berlawanan dengan melemah 0,50 persen menjadi 5.581,37.

Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen positif masih mendominasi sebagian besar pasar saham Asia. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan inflasi, harga komoditas, kebijakan moneter global, serta dinamika geopolitik.

Dengan IHSG yang mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada keberlanjutan sentimen global dan perkembangan indikator ekonomi domestik. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi arah perdagangan IHSG pada sesi berikutnya.

baca juga: Sinyal Positif Ekonomi RI: Pengangguran Turun 24 Ribu Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *