marketingcollections – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menegaskan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 menjadi momen refleksi perjalanan panjang Kemenag dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. Peringatan ini dinilai penting untuk meneguhkan kembali peran Kemenag di tengah masyarakat yang majemuk.
Ali Yafid menyampaikan bahwa tema HAB ke-80 mengajak seluruh jajaran memperkuat sinergi dan menjaga kerukunan sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia menekankan aparatur sipil negara Kemenag harus hadir melalui kerja nyata, berintegritas, dan memberi dampak langsung bagi umat. Pernyataan tersebut disampaikan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Pada peringatan tahun ini, Kemenag mengusung tema besar “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema tersebut menekankan pentingnya persatuan serta kolaborasi lintas umat beragama sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas sosial dan kebangsaan.
Menurut Ali Yafid, tema HAB ke-80 membawa pesan strategis untuk memperkuat fondasi kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menilai tantangan sosial yang semakin kompleks menuntut peran aktif Kemenag sebagai penghubung dialog, penyejuk, dan penjamin ruang kebersamaan antarumat.
Ia juga menegaskan bahwa refleksi HAB tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus diterjemahkan ke dalam program dan layanan publik yang inklusif. Dengan demikian, kehadiran Kemenag dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penguatan moderasi beragama dan pelayanan keagamaan yang adil.
Ke depan, Ali Yafid berharap peringatan HAB ke-80 menjadi titik tolak memperkokoh sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai krusial untuk menjaga persatuan nasional sekaligus mendorong Indonesia yang damai, maju, dan berkeadilan.
“Baca Juga : Jasaraharja Perkuat Posisi Pasar Suretyship Sepanjang 2025”
Kerukunan Umat Beragama Sebagai Energi Bersama Membangun Bangsa
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kerukunan umat beragama harus dimaknai lebih luas dari sekadar ketiadaan konflik. Ia menilai kerukunan perlu menjadi energi kolektif yang mendorong masyarakat membangun bangsa secara berkelanjutan di tengah keberagaman.
Menurutnya, perbedaan agama, suku, dan ras merupakan realitas sosial yang tidak dapat dihindari. Perbedaan tersebut justru harus dirajut menjadi kekuatan bersama melalui sikap saling menghormati, kolaborasi, dan kerja nyata lintas kelompok masyarakat.
“Tema ini memberi petunjuk bahwa kerukunan umat beragama bukan hanya meniadakan konflik, tetapi menjadi sinergi dan penyemangat membangun bangsa ke depan,” ujarnya. Ia menekankan nilai persatuan perlu diwujudkan dalam tindakan konkret, bukan sebatas wacana.
Selain upacara peringatan Hari Amal Bakti ke-80, Kemenag Sulawesi Selatan juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Rangkaian kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelum puncak peringatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan sosial itu mencerminkan komitmen Kemenag untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut tidak hanya melalui layanan administratif, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan riil warga.
Melalui peringatan Hari Amal Bakti ke-80, Kemenag Sulsel berharap nilai kerukunan dapat terus tumbuh menjadi budaya bersama. Ke depan, sinergi lintas umat beragama diharapkan mampu memperkuat persatuan nasional serta mendorong Indonesia yang damai dan maju.
Rangkaian Hari Amal Bakti Kemenag Tunjukkan Pengabdian Nyata Hingga Daerah
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menegaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) mencerminkan semangat pengabdian Kemenag kepada bangsa dan negara. Seluruh kegiatan dirancang untuk menghadirkan nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan pelayanan publik yang nyata.
Ali Yafid menjelaskan pelaksanaan HAB telah dimulai beberapa hari sebelum puncak acara. Kegiatan awal diisi dengan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial aparatur Kemenag terhadap kebutuhan kemanusiaan masyarakat.
Selain itu, jajaran Kemenag Sulsel juga melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus pengingat nilai pengabdian dan pengorbanan bagi generasi saat ini.
Rangkaian HAB selanjutnya akan berlanjut pada kegiatan tingkat provinsi yang digelar di luar Kota Makassar. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Bone pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ali Yafid menyebut kegiatan tingkat provinsi tersebut direncanakan dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Kehadiran pimpinan pusat dan daerah diharapkan memperkuat pesan kebersamaan dan sinergi lintas level pemerintahan.
Melalui rangkaian kegiatan yang menyentuh aspek sosial, historis, dan kelembagaan, Kemenag Sulsel ingin menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif. HAB menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian, memperkuat kerukunan, serta menghadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Baca Juga : Manchester City Gagal Raih Tiga Poin Usai Ditahan Sunderland”




Leave a Reply