marketingcollections – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan masyarakat tentang modus website tiruan. Situs palsu ini seolah-olah merupakan situs resmi perusahaan. Modus ini termasuk bagian dari serangan phishing. Pelaku bertujuan mengelabui nasabah agar memasukkan data pribadi.
Perseroan meminta nasabah selalu memeriksa alamat situs (URL) sebelum mengakses layanan digital. Pemeriksaan ulang ini penting untuk menghindari ancaman phishing. Website palsu sering kali memiliki URL yang mirip dengan situs asli.
“BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan,” ujar Direktur IT BRI Saladin D. Effendi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. “Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI. Jangan pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” tegasnya.
Saladin menjelaskan modus yang paling sering digunakan pelaku. Para pelaku menyebarkan tautan palsu melalui berbagai saluran. Media yang umum digunakan antara lain pesan singkat (SMS), email, dan aplikasi percakapan seperti WhatsApp.
Tautan tersebut biasanya mengarahkan ke halaman login palsu. Halaman ini tampak mirip dengan tampilan resmi BRI. Nasabah yang tidak waspada akan memasukkan username, password, hingga kode OTP. Data tersebut kemudian dicuri dan disalahgunakan pelaku.
BRI menghimbau nasabah untuk hanya mengakses layanan digital melalui kanal resmi. Kanal resmi BRI antara lain aplikasi BRImo, situs bri.co.id, dan call center 14017. Nasabah juga diingatkan tidak mengklik tautan mencurigakan dari sumber tidak dikenal.
Perusahaan secara rutin memantau kemunculan situs phishing. BRI bekerja sama dengan otoritas untuk menutup situs-situs palsu. Nasabah yang menjadi korban diminta segera menghubungi call center BRI. Laporan juga dapat disampaikan ke kantor cabang terdekat.
“Baca Juga : Analis Minta Pemerintah Konsisten Gelar Bazar Rakyat“
BRI Ingatkan Waspada Website Tiruan untuk Phishing Data Nasabah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan masyarakat tentang modus website tiruan. Situs palsu ini seolah-olah merupakan situs resmi perusahaan. Modus ini termasuk bagian dari serangan phishing. Pelaku bertujuan mengelabui nasabah agar memasukkan data pribadi.
Perseroan meminta nasabah selalu memeriksa alamat situs (URL) sebelum mengakses layanan digital. Pemeriksaan ulang ini penting untuk menghindari ancaman phishing. Website palsu sering kali memiliki URL yang mirip dengan situs asli.
“BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan,” ujar Direktur IT BRI Saladin D. Effendi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. “Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI. Jangan pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” tegasnya.
Saladin menjelaskan modus yang paling sering digunakan pelaku. Para pelaku menyebarkan tautan palsu melalui berbagai saluran. Media yang umum digunakan antara lain pesan singkat (SMS), email, dan aplikasi percakapan seperti WhatsApp.
Tautan tersebut biasanya menyerupai tampilan resmi BRI. Pelaku bertujuan mencuri data sensitif melalui teknik social engineering. Data yang menjadi sasaran meliputi user ID, PIN, password, hingga kode OTP.
Sebagai langkah pencegahan, BRI mengajak masyarakat hanya mengakses kanal resmi perseroan. Website resmi BRI dapat diakses melalui alamat https://bri.co.id. Internet banking BRI tersedia di alamat https://ib.bri.co.id. Kedua kanal ini aman dan terjamin keamanannya.
BRI menegaskan kebijakan penting terkait permintaan data nasabah. Perseroan tidak pernah meminta data sensitif melalui tautan. PIN, password, maupun kode OTP tidak akan diminta pihak tidak resmi. Nasabah harus segera curiga jika ada yang meminta data tersebut.
Apabila nasabah menemukan indikasi social engineering, segera laporkan. Nasabah juga dapat melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI. Hubungi Contact Center BRI di nomor 1500017. Laporan akan ditindaklanjuti untuk penanganan lebih lanjut. BRI berkomitmen melindungi keamanan data dan dana nasabah.
“Baca Juga : DPR Minta TNI Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Lebanon“




Leave a Reply